Toxic, Ini Daftar Rekan Lionel Messi yang Paling Buruk, Ada yang Mata Duitan dan Dibentak Tak Becus

Sudah banyak pemain yang berkesempatan main satu tim bareng Lionel Messi. Namun, tak semuanya bisa tampil cemerlang. Dalam 17 tahun terakhir, banyak pesepakbola hebat yang bisa bermain satu seragam dengan Messi di level klub maupun internasional. Kalau menurut eks pilar Barcelona, Neymar, setim bareng Messi adalah sebuah hal besar.

"Bermain bersama dia merupakan suatu kehormatan," ujar Neymar. "Ketika saya melihat dia dari jauh, saat saya ada di Brasil, saya mengidolakan dirinya. Saya kira dia yang terbaik," tutur jebolan akademi Santos itu. Akan tetapi, tak semua pemain bisa mengatakan hal serupa dengan Neymar.

Ada sejumlah pemain yang gagal bersinar dan bahkan sangat mengecewakan ketika berbagi bilah lapangan bersama Messi. Siapa saja? Kevin Prince Boateng mendapat kesempatan untuk setim dengan Messi setelah direkrut oleh Barcelona sebagai pemain pinjaman pada 2019.

Penyerang timnas Ghana itu diharapkan bisa membentuk kolaborasi apik bersama La Pulga di lini depan Barca. Nyatanya, performa Boateng jauh dari kata memuaskan. Boateng tak sanggup mencetak satu gol pun selama enam bulan memperkuat Barcelona.

Kendati gagal bersinar bersama raksasa Catalunya, dia tetap menikmati masa masa berbagi ruang ganti dengan Messi. "Berlatih bersama Messi membuat saya kehilangan kata kata. Saya selalu berkata Cristiano Ronaldo adalah pemain terbaik di dunia, tetapi Lionel Messi benar benar berbeda. Dia tidak normal," kata Boateng. Sama seperti Boateng, Alex Song tak mampu menunjukkan kualitasnya di depan Messi selama berseragam Barcelona.

Song meneken kontrak berdurasi lima tahun ketika gabung ke Barcelona pada 2012. Ternyata, gelandang kebangsaan Kamerun itu dijualsetelah empat tahun. Song pun cuma dua musim bermain untuk Blaugrana karena lebih banyak menghabiskan masa pinjaman di West Ham United.

Diakui Song, dirinya gabung ke Barcelona hanya karena uang. "Ketika Barcelona menawarkan saya kontrak dan saya melihat berapa banyak uang yang akan saya hasilkan, saya tidak berpikir dua kali," kata eks pilar Arsenal itu. "Saya merasa istri dan anak anak saya harus memiliki kehidupan yang nyaman begitu karier saya selesai."

"Saya bertemu direktur olahraga Barca dan dia mengatakan kepada saya bahwa saya tidak akan bermain banyak.Namun,saya tidak masalah. Saya tahu akan menjadi jutawan," tuturnya menambahkan. Performa oke bersama Chelsea membawa Willy Caballero masuk ke timnas Argentina pada Piala Dunia 2018. Kebahagiaan pun dirasakan Caballero karena memperoleh dua momentum emas sekaligus, yakni membela negaranya di turnamen terakbar dan main bersama figur sebesar Messi.

"Membela tim nasional selalu menjadi kebanggaan dan impian saya," kata kiper berkepala plontos itu saat dirinya masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia di Russia. Namun, petaka menimpa Caballero sewaktu tampil dalam partai kedua fase grup melawan Kroasia. Caballero melakukan blunder fatal yang membuat gawang Argentina kebobolan.

Pada akhirnya Argentina lumat oleh Kroasia dengan skor 0 3. Aksi Douglas di Barcelona jauh dari kata memuaskan. Main bersama Messi selama dua musim atau sejak 2014 2015, dia hanya diturunkan total delapan kali.

Bek kanan asal Brasil itu sempat dipinjamkan ke Sporting Gijon, Benfica, dan Sivasspor sebelum dijual ke Besiktas pada 2019. Cerita kali ini ditutup dengan nama Cristian Tello. Tello mencicipi satu ruang ganti dengan Messi usai mendapat promosi ke tim senior Barcelona pada 2011.

Namun, dia langsung memperoleh pengalaman buruk pada masa awal membela Blaugrana. Media Spanyol, El Conidencial, melaporkan bahwa Tello kena semprot Messi dalam sebuah sesi latihan karena dianggap kurang becus. "Apa yang kamu lakukan? Kamu anak baru dan belum jadi apa apa!" begitu yang kabarnya dikatakan Messi kepada Tello.

"Oper bola kepada saya. Kamu berada di sini untuk melayani saya," kata Messi lagi. Tello bertahan di Barcelona selama empat musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published.